Rabu, 15 Maret 2017

MALAM


Malam
Aku seperti berjalan di tengah lampu temaram.
Tak ada cahaya yang ada hanyalah awam
Aku seperti terluka, meraung-raung kesakitan karena lebam
Tak ada pelukan yang ada hanyalah suram

Selasa, 29 Maret 2016

RACUN RINDU




“Rindu barangkali semacam racun yang kita racik dari kesendirian kita yang sunyi, dari tempat yang jauh, dari hilangnya kesempatan untuk melihat senyum seseorang yang kita sayangi, dari pelukan yang lepas, dari ruang-ruang kosong di antara jari-jemari, dari sebuah pesan yang terlambat masuk ke ponsel, dari percakapan yang tergesa-gesa, dari apa pun yang membuat kita nelangsa.” (Jodoh, Fahd Pahdepie)

Sampai kapan?





Aku lelah melangkah sendiri. Kuku jemariku mulai berdarah, perih. Begitu banyak pasir berhamburan menerpa wajah. Panas kering yang kurasa. Tak ada suara langkah yang mengiringi. Bahkan aliran air pun sudah tak terdengar lagi di sini. Kosong, kering, terlalu sepi. Adakah jemari yang bisa kugenggam? Di sela jemariku telah kusediakan ruang, namun kau tak kunjung hadir mengisi. 

Kamis, 31 Desember 2015

BIARLAH SEMUA TANYA SEGERA BERTEMU PADA TAKDIRNYA



Ada banyak tanya yang seringkali hadir. Dalam hening malam, ada banyak tanya yang menggantung pada langit-langit kamar, tanpa aku bisa menjawabnya. Bersama keteduhan senja, ada tanya yang ikut merona, malu-malu hadir karena sang pemilik tanya belum tahu apa jawabnya. Bahkan di tengah keramaian, ada tanya yang merenggut sebagian kebahagiaan, dan lagi-lagi aku hanya mampu tersipu.

Selasa, 27 Oktober 2015

BIARKAN AKU MENANGIS



Biarkan aku menangis, aku hanya butuh jemarimu untuk mengusapnya. Biarkan aku menyendiri, tapi jangan tinggalkan aku. Temani aku dalam diammu, sebut aku dalam setiap doamu.

Aku semakin takut dengan perasaan ini, karena semakin hari perasaan ini semakin berkembang. Entah ada berapa tetes air mata yang mengalir. Perasaan ini masih sama, aku begitu menyayangimu,

Selasa, 18 November 2014

KAMU DAN SECANGKIR TEH HANGAT


Selamat pagi matahariku, terima kasih untuk setiap pancaran kehangatan. Meski di luar angin sedang semilir dan mentari nampaknya sedang mengintip malu enggan muncul, namun di sini ada hangat yang selalu tersemat.

Ternyata pagi sudah datang kembali, tak terasa 24 jam berlalu begitu cepat. Dan aku bahagia, karena itu artinya waktu menunggumu tak lama untuk kulewati. Di sini aku sedang menanti, menunggu setiap perjumpaan yang tak pernah kita rencanakan.

Sabtu, 15 November 2014

KISAH (KITA)


Entah kapan semua kisah ini bermula.

Ada aku
dan kamu.

Kamu tiba-tiba hadir menawarkan kebahagiaan
kamu datang membawa penawar luka dan nestapa
menyembuhkan segala duka, mengubahnya menjadi tawa.

Awalnya hanya ada aku dan kamu, namun kini keduanya pergi dan tergantikan oleh kita
kita yang dipersatukan dalam sebuah kedekatan yang tak pernah direncanakan
kita yang sesekali berbeda namun selalu berusaha menyelaraskan nada
kita yang jauh namun senantiasa utuh, meski sesaat riuh.