Selasa, 12 November 2013

BENARKAH RINDU ?


Aku hampir lupa apa itu rindu. Aku hampir lupa bagaimana rasanya merindu. Aku hampir lupa, atau bahkan sudah benar-benar lupa.

Entahlah, tiba-tiba ada angin berhembus membawa aroma rindu. Awalnya aku tak menyadari aroma itu, namun semakin lama aroma itu semakin menjadi-jadi. Hingga mampu menembus relung hati, yang sudah kupagari dengan rapat. Angin itu melewati sedikit celah yang terbuka, ia mampu memenuhi segala ruang yang masih menganga.


Aku tak tahu apa yang terjadi. Angin rindu mulai mengamuk, marah sejadi-jadinya. Mungkin karena terlalu lama ia tak singgah. Aku mulai ketakutan dengan amukan yang ada, aku tak mampu meredam kemarahannya. Tak lama ia membawa sekumpulan awan, menyerangku hingga aku tersungkur. Aku terjerat, aku tak mampu bergerak.

Awan pun ikut mengamuk, ia menjatuhkan butir-butir hujan. Aku tak sempat mencari payung untuk melindungi diriku. Aku basah. Setelah sekian lama kehampaan ini mengering, akhirnya ada butir air yang mampu membasahi. Aku terbawa suasana. Biarkan saja banjir melanda, pikirku. Mungkin esok ia tak akan datang lagi.

Ia menerbangkan semua sampah yang telah kukubur. Ia menerbangkan semua kenangan yang telah kupendam. Ia menerbangkan angan-angan yang sempat hilang. Ia menerbangkan, dan menghadirkannya lagi di sini.

Benarkah rindu ?

Bukan aku yang merindu, tapi aku terperangkap dalam lilitan angin rindu yang tak mampu kuhindari. Aku sudah berusaha lari, namun ia tak lelah mengejarku. Baiklah, aku menyerah. Aku berhenti berlari. Hancurkan aku dengan semua pesona rindu yang kau bawa wahai angin, aku pun mulai geram. Biarkan saja ia menghancurkan semuanya. Aku tak melawan. Mungkin setelah ia puas, ia tak akan datang lagi.


Aku tak tahu apa maumu wahai angin. Sudah cukup aku merasa hancur. Bila aku boleh memilih, aku tak berharap dapat berjumpa denganmu. Kau terlalu naif, kau datang semaumu. Kau seolah raja yang mampu menaklukkan semuanya. Tapi asal kau tahu wahai angin, mungkin sekarang kau mampu menghancurkanku. Tapi esok aku akan berdiri dengan kokoh. Dan kau tak akan mampu menyerangku lagi.

8 komentar: