Minggu, 23 Februari 2014

RINDU-MERINDU


 
Jemari rindu menari
menggerakkan lengan nan gemulai
menciptakan kreasi dan kolaborasi.

Mata merindukan basah
membanjiri sudut-sudut wajah
lamat-lamat jiwa mulai resah
sesekali mencibir tawa yang memecah.

Sabtu, 01 Februari 2014

HUJAN, HATI, DAN MIMPI



Hujan berbisik menyampaikan suara hati.

Hatiku terlalu berisik, menelisik setiap kehampaan. Tak ada lagi nada yang mampu mengubahnya menjadi irama, bahkan hujan pun hanya mampu memaki tanpa kuusik.

Hujan turun malam ini, memecah keheningan malam. Beradu dengan suara hati yang belum mampu terungkap.

Kamis, 30 Januari 2014

AKU INGIN BERCERITA

 

Aku ingin bercerita tentang malam. Angin menerpa kalbu yang mulai mengering, menerbangkan serpihan-serpihannya. Gelap membekukan hampa yang berlama-lama singgah. Setitik cahaya tiba-tiba menjelma menjadi sosok yang menawan, setia menemani hingga hari berganti.


Aku ingin bercerita tentang fajar. Tetesan embun adalah sosok yang dingin, hanya mematung pada ujung daun, menatap tanpa berkomentar. Kelopak bunga enggan mekar meringkuk kedinginan. Gagahnya mentari tiba-tiba hadir meleburkan segala sejuk yang semakin menusuk.

KEMANAKAH MENTARI ?


Aku merindukan mentari
lama sekali ia tak menampakkan diri
memilih bersembunyi.

Aku merindukan panas
ia menjelma menjadi lembab
membiarkan baju-baju tergantung lebih lama
menunggu antrian untuk kering.

Minggu, 26 Januari 2014

HANYALAH AKU


Aku hanyalah kepingan kenangan 
yang terpisah jauh dari angan-angan masa depan.

Aku hanyalah sepucuk surat merah jambu 
yang telah kau terima lalu kau buang begitu saja.

Aku hanyalah rangkaian melodi yang pernah kau nyanyikan, 
dan tak akan kau ulang lagi.

Rabu, 22 Januari 2014

LEKAS SEMBUH


Kau tergolek lemah di sana
jarum suntik telah melukai lenganmu
selang infus menganggu tidur lelapmu.

Kulihat ada bercak merah pada kulitmu
nampaknya ada nyamuk nakal yang menggigit
meninggalkan jejak-jejaknya
membiarkanmu terkulai tak berdaya.

Senin, 20 Januari 2014

MAKHLUK SOSIAL



Berbaik hatilah kepada mereka yang telah berbaik hati kepadamu. Tak perlu membalas setiap hal yang telah mereka beri, karena yang mereka miliki tak sama dengan kepunyaanmu. Tak perlu merasa sama dengan mereka, karena kemampuanmu jelas berbeda dengan kemampuan mereka. Tak perlu mengerti setiap hal yang mereka ketahui, karena  merekalah yang akan mengajarimu supaya kamu mengerti.
Manusia adalah makhluk sosial, yang selalu berhubungan dengan manusia lainnya. Apalah gunanya IPK tinggi, jika kau tak mengetahui bagaimana cara bergaul dengan orang lain. Apalah gunanya pandai dalam ilmu pengetahuan, jika kau tak kompeten dalam ilmu sosial. Apalah gunanya dirimu merasa teramat berharga, jika kau tak mampu menghargai orang lain.