Aku telah menangkap 'jatuh' pada hari Kamis, 25 April 2013. Seketika itu juga langsung kubuka dan kubaca, dan selesai dalam waktu singkat. Bahkan berulang kali dibaca tak membuatku bosan. Sebenarnya yang ada dalam buku ini beberapa sudah kubaca melalui blog azharologia.com atau azharologia.wordpress.com, tapi ternyata tak kurasa ada kebosanan. Aku suka dengan kata-kata yang bung Azhar torehkan. Terima kasih bung sudah menginspirasi :)
Tampilkan postingan dengan label Books. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Books. Tampilkan semua postingan
Minggu, 28 April 2013
AKU TELAH MENANGKAP 'JATUH'
Aku telah menangkap 'jatuh' pada hari Kamis, 25 April 2013. Seketika itu juga langsung kubuka dan kubaca, dan selesai dalam waktu singkat. Bahkan berulang kali dibaca tak membuatku bosan. Sebenarnya yang ada dalam buku ini beberapa sudah kubaca melalui blog azharologia.com atau azharologia.wordpress.com, tapi ternyata tak kurasa ada kebosanan. Aku suka dengan kata-kata yang bung Azhar torehkan. Terima kasih bung sudah menginspirasi :)
Selasa, 26 Maret 2013
HAKIKAT KEBAHAGIAAN
Apa hakikat sejati kebahagiaan hidup ?
Dengan memahaminya, seluruh kesedihan akan menguap seperti embun terkena sinar matahari. Dengan memilikinya, setiap hari kita bisa menghela napas bahagia.
......
Itulah hakikat sejati kebahagiaan hidup. Hakikat itu berasal dari hati kau sendiri. Bagaimana kau membersihkan dan melapangkan hati, bertahun-tahun berlatih, bertahun-tahun membuat hati lebih lapang, lebih dalam, dan lebih bersih. Kita tidak akan pernah merasakan kebahagiaan sejati dari kebahagiaan yang datang dai luar hati kita. Hadiah mendadak, kabar baik, keberuntungan, harta benda yang datang, pangkat, jabatan, semua itu tidak hakiki. Itu datang dari luar. saat semua itu hilang, dengan cepat hilang pula kebahagiaan. Sebaliknya rasa sedih, kehilangan, kabar buruk, nasib buruk, itu semua juga datang dari luar. Saat semua datang dan hati kau dangkal, hati kau seketika keruh berkepanjangan.
Senin, 11 Maret 2013
KUTITIPKAN PADA JARAK
Mempertahankanmu mudah, tapi aku kesulitan mendapatkan perhatian darimu. Mempertahankanmu mudah, tapi aku kesulitan menahan rinduku jika kau tak membalasnya. Mempertahankanmu mudah, tapi aku selalau tak terbagi saat kau sibuk. Mempertahankanmu mudah, tapi aku sulit mengertimu saat kita tak saling bertemu pada rindu yang sama. Mempertahankanmu mudah, tapi aku kesulitan menerima kabar darimu. Sederhana memang nampaknya, bahkan dilakukan dengan tak sadar. Namun, apa yang dirasakan tak sesederhana itu.
Langganan:
Postingan (Atom)


