Rabu, 13 Agustus 2014

HATI TAK BISA DIAJAK KOMPROMI




Bicara perkara hati bukanlah hal yang mudah. Terkadang apa yang kamu pikirkan, apa yang kamu inginkan tak sesuai dengan kemauan hati.

Persoalan hati sulit sekali dipahami, ia terlalu manja. Terkadang tidak masuk akal, tidak sesuai dengan logika. Hati terlalu banyak maunya. Apalagi wanita, hatinya sangat mudah tersentuh, karena segala hal yang terjadi mereka libatkan hatinya. Terluka, itulah akhirnya. Hati sangatlah sensitif, gores sedikit saja pedih pun terasa. Perih tak selamanya harus terluka, itulah kata kunci sang hati.

Entahlah apa maunya hati, tak bisa diajak kompromi, maunya menang sendiri. Tiba-tiba menangis, seketika tertawa terbahak-bahak. Bukan bukan gila, tapi ia menyeimbangkan. Seperih apapun ia tersakiti, hati selalu punya cara untuk mengobati.

Tapi hati seringkali merasa kecil, berusaha mengalah pada logika. Namun, pada akhirnya hatilah yang ingin menang. Omong kosong pada logika, jika hati terlanjur terpatri maka selamanya akan terukir di sana. Berhati-hati berurusan dengan hati, karena hati tak bisa diajak kompromi. 

Jumat, 16 Mei 2014

SEANDAINYA


Seandainya.

Seandainya aku berkuasa atas apa-apa yang kurasa.
Akan kubunuh rasa yang mampu melumpuhkan ingatan.
Akan kubangkitkan rasa yang mampu membuatku terbang melayang.
Namun aku hanyalah budak perasaan yang hanya mampu menengadahkan tangan,
memohon yang terbaik untuk ruang kosong yang tersisa.
Berharap ada sosok elok yang sering menengok, 
mengetuk pintu yang tak pernah terketuk.

Kamis, 15 Mei 2014

MENYAPA (LAGI)





Tepat sebulan sudah aku mengabaikan blog ini. Rasanya seperti ada yang hilang, aku tak bisa mengekspresikan apa yang kurasa. Menulis sejatinya sebagai obat dari segala kegelisahan. Hasrat menulisku perlahan menghilang, tergantikan oleh kegelisahan perasaan yang tak mampu terungkapkan. Jemari seolah kaku, tak mampu lagi merangkai kata. Bibir hanya membisu, membungkam segala isi hati yang bergejolak. Diam bukanlah obat dari segala gundah. Emosi yang semakin menggunung sudah butuh amunisi, meledakkan segala atom perusak pikiran dan perasaan.

Ketika aku tak sanggup menuliskan apa yang kurasa, di saat itulah sebenarnya aku tersiksa. Termenung pada kejadian-kejadian yang tersusun, terpaksa menikmati segala yang bukan dari hati. Hati seolah dipaksa bungkam, menuruti setiap rentetan tragedi yang entah tak pernah kutahu diamanakah muaranya. Aku bukanlah pecundang yang hanya bisa bersembunyi, seolah tak peduli dengan segala yang terjadi. Seperih apapun yang terjadi, aku akan selalu mengikuti, menjalani meski tak menikmati.

Kemanapun aku pergi, pada akhirnya aku pasti kembali. Kapanpun aku bisa bersembunyi, namun jika waktunya tiba aku akan kembali menyapa. Menyapa apa-apa yang tak mampu kulupa.

Selasa, 15 April 2014

GETARAN




Perlahan frekuensi yang ada sangat rendah. Semakin bertambahnya waktu, semakin besar pula frekuensi yang dihasillkan. Semakin besar, semakin besar, dan akhirnya aku mampu merasakan getarnya.


Perlahan gerakannya stabil. Tetap. Masih kurasakan getaran yang sama dengan amplitudo yang sama. Semakin lama, jantung terasa berdegub, bergetar hebat. Getaran ini mampu menggerakkan apa-apa yang sejatinya hanya ingin diam termenung. Semoga getaran ini tak berpotensi gempa. Aku takut ia memporak-porandakan banyak hal yang sudah kutata rapi.

Jumat, 04 April 2014

ENGKAU YANG SELALU ADA



Terima kasih ya Allah, untuk waktu yang tak pernah terlewatkan sedetikpun untuk mengawasi hamba.
Terima kasih ya Allah, untuk cinta, kasih, dan sayang yang tak pernah berakhir.
Terima kasih ya Allah, untuk ruang yang telah Engkau berikan sehingga hamba dapat bebas bergerak.
Terima kasih ya Allah, untuk oksigen yang dapat dengan bebas hamba hirup tanpa takut kehabisan.
Terima kasih ya Allah, untuk segala kemudahan yang telah engkau berikan di setiap langkah hamba.
Terima kasih ya Allah, untuk uluran tangan yang selalu ada di kala hamba dalam kesulitan.
Terima kasih ya Allah, selama ini selalu ada untuk hamba. Engkau selalu ada di setiap hembusan nafas, di setiap aliran darah, dan di setiap degup jantung.

MERACAU #2


Maaf, malam ini ijinkan aku bebas meracau. Sudah sejak lama ada sepi yang semakin menjadi-jadi. Hampa. Entahlah, banyak keganjilan yang mulai kurasa. Ada tangis yang tersamarkan oleh tawa. Tawa membahana yang kapan saja bisa berubah menjadi banjir air mata. Ada rapuh yang tersembunyi di balik senyum. Aku hanya ingin bahagia, tapi entahlah hati selalu memberontak. Aku mulai lupa waktu karena segala kesibukan yang memadati hari-hariku. Tapi kala malam datang, ketika raga seharusnya beristirahat ada kesepian seketika menghampiriku, mengajakku bercengkerama, mengundang bulir air mata untuk datang menemani.

Senin, 24 Maret 2014

DUA STATUS YANG MEMBUKTIKAN KECINTAANKU PADA BUKU

Selamat siang. Selamat hari senin. Hari senin identik memulai pekerjaan setelah berlibur menikmati akhir pekan. Tapi hari ini saya kebetulan tidak ada kerjaan, akhirnya memutuskan untuk blog walking. Dan, taraaaa ternyata Pakde Cholik lagi ngadain giveaway. Temanya seru, segera saya mengobrak-abrik timeline facebook saya, mencari-cari status apa yang pantas saya ikutkan dalam giveaway ini. Dari kegiatan ini, ternyata saya justru bernostalgia. Teringat kembali segala kenangan yang sempat terlupakan. Melihat kelakukan-kelakuan saya yang masih bocah, terlihat status-status lucu yang bisa membuat saya terpingkal-pingkal. Tahun demi tahun saya mengalami perubahan, hal ini terlihat dari status saya. Dapat disimpulkan bahwa status facebook menunjukkan tingkat kedewasaan seseorang. jadi bagi anda yang sudah merasa dewasa, harap berhati-hati dalam menulis status, bisa jadi nanti dikira bocah lagi, hehe.

Setelah lelah mengobrak-abrik, dan saya sudah menemukan beberapa status yang menarik. Tapi sayang sekali hanya dua status yang perlu dikutip, bingung harus pilih status yang mana. Saya memutuskan  dua status ini harus berkorelasi supaya bisa menjadi artikel yang lebih menarik. Dan taraaaa inilah dua status yang saya pilih, ternyata justru status di tahun 20014, padahal udah berantakin status sampe tahun 2009. Begitulah wanita, sama halnya ketika berbelanja, tertarik dengan barang yang pertama kali dilihat, tetapi harus melihat-lihat yang lain dulu, walau pada akhirnya kembali pada barang pertama, haha.