Selasa, 11 Maret 2014

RENUNGAN USIA



Baru saja mendapat kabar ada sanak saudara meninggal dunia. Belum genap 40 hari suaminya meninggal dunia, kini istrinya harus pergi juga. Melihat usianya, mereka belum tergolong tua. Tapi siapakah yang tahu batas usia seseorang ? Anak-anak mereka masih kecil, belum ada satupun yang sudah menyelesaikan pendidikan. Semoga yang ditinggalkan mendapat ketabahan serta kemudahan, aamiin.

Belum lama juga mendapat kabar bahwa tetangga sekaligus teman saya meninggal dunia. Usianya masih sangat muda, selisih dua tahun di atas saya. Siapa yang menduga kematian akan datang secepat itu ? Tak ada yang pernah menduga. Dua minggu sebelum kepergiannya, ia dikabarkan terserang penyakit leukimia. Ia adalah seorang perawat di sebuah rumah sakit besar di kota saya, tentu saja ia selalu merawat kesehatannya sendiri. Siapa yang pernah menduga penyakit menyeramkan ini akan datang ?

TERSENYUMLAH !


Tersenyumlah !

Tersenyum adalah kegiatan paling mudah yang dapat kita lakukan, akan tetapi ada banyak efek baik yang ditimbulkannya. Wajah yang senantiasa dihiasi oleh senyuman akan terlihat lebih menentramkan. Berbeda halnya dengan wajah yang selalu muram, ia terlihat semakin suram. Tersenyum adalah satu kata yang begitu berarti. Dengan tersenyum, semua kesedihan seketika hilang. Dengan tersenyum, semua derita seketika pergi. Dengan tersenyum, semua benci seketika sirna. Tersenyum, sederhana, namun istimewa.

Sabtu, 01 Maret 2014

CINTA MULIA


Cinta adalah perasaan yang sudah sewajarnya dimiliki oleh setiap insan. Hanya saja ada perbedaan bagaimana menanggapi perasaan cinta tersebut. Banyak orang menunjukkan rasa cintanya dengan perkataan-perkataan belaka, sebagian yang lain membuktikannya dengan perhatian, dan sebagian lagi lebih memilih diam memendam perasaannya tanpa orang lain perlu tahu.

Entahlah kau termasuk dalam kategori yang mana. Jika aku harus memilih maka aku memilih menunjukkan rasa cintaku dengan perkataan-perkataan, perkataan yang kulontarkan kepada Tuhan. Kuucapkan pada setiap doa, kujaga dalam setiap sujud, dan kuikrarkan pada hatiku sendiri.

Selasa, 25 Februari 2014

BERBICARA TENTANG WAKTU


Waktu tak pernah tidur. Jarum bergerak selangkah demi selangkah. Sesekali berjalan lambat, seperti terseok langkahnya. Seringkali berlari, seolah sedang berkejaran. Lelah bukanlah tabiatnya. Istirahat tak ada dalam kamus hidupnya. Terpejam pun nampaknya enggan.


Waktu tak pernah berbohong. Mulutnya tak bisa sekalipun bungkam. Meracau adalah hobinya. Tak lelah berbicara pada siapa saja yang ditemui. Berteriak pada batu-batu yang hanya mematung. Mencaci ujung-ujung jalan yang hanya menjadi saksi bisu. Kata selalu bisa dimaknai pada setiap detaknya, tanpa perlu terucap.

Minggu, 23 Februari 2014

RINDU-MERINDU


 
Jemari rindu menari
menggerakkan lengan nan gemulai
menciptakan kreasi dan kolaborasi.

Mata merindukan basah
membanjiri sudut-sudut wajah
lamat-lamat jiwa mulai resah
sesekali mencibir tawa yang memecah.

Sabtu, 01 Februari 2014

HUJAN, HATI, DAN MIMPI



Hujan berbisik menyampaikan suara hati.

Hatiku terlalu berisik, menelisik setiap kehampaan. Tak ada lagi nada yang mampu mengubahnya menjadi irama, bahkan hujan pun hanya mampu memaki tanpa kuusik.

Hujan turun malam ini, memecah keheningan malam. Beradu dengan suara hati yang belum mampu terungkap.

Kamis, 30 Januari 2014

AKU INGIN BERCERITA

 

Aku ingin bercerita tentang malam. Angin menerpa kalbu yang mulai mengering, menerbangkan serpihan-serpihannya. Gelap membekukan hampa yang berlama-lama singgah. Setitik cahaya tiba-tiba menjelma menjadi sosok yang menawan, setia menemani hingga hari berganti.


Aku ingin bercerita tentang fajar. Tetesan embun adalah sosok yang dingin, hanya mematung pada ujung daun, menatap tanpa berkomentar. Kelopak bunga enggan mekar meringkuk kedinginan. Gagahnya mentari tiba-tiba hadir meleburkan segala sejuk yang semakin menusuk.